Angka Perceraian Kabupaten Tasikmalaya Capai 4.061 Perkara

  Rabu, 23 Januari 2019   Irpan Wahab Muslim
Kepala Pengadilan Agama Kabupaten Tasikmalaya, Nia Nurhamidah. (Irpan Wahab Muslim/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM--Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Kabupaten Tasikmalaya, pada tahun 2018 lalu ada 4.061 perkara. Dari jumlah itu, 3.258 perkara sudah diputus pengadilan. Angka itu, lebih rendah dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 4.147 perkara, dengan putusan pengadilan mencapai 3.666 perkara.

Kepala Pengadilan Agama Kabupaten Tasikmalaya, Nia Nurhamidah menuturkan, angka perceraian di Kabupaten Tasikmalaya masuk dalam 10 besar di Jawa Barat. Rata-rata perceraian didominasi guguatan yang dilakukan pihak istri.

“Jenis gugatannya itu cerai gugat, dimana istri menggugat cerai suami dengan berbagai alasan. Kalau untuk tahun ini belum ada datanya karena belum direkap,” kata Nia kepada wartawan, Rabu (23/1/2019).

AYO BACA : Januari-Juni 2018, 896 Pasutri Kota Tasik Bercerai

Penyebab penceraian lanjut Nia, diantaranya tidak adanya tanggung jawab dari suami, menelantarkan istri dan anak serta factor ekonomi. Sementara perceraian karena factor lain seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sekitar 3%. Dari segi umur, hampir 75% berusian 30 tahun.

“Kebanyakan itu yang mempunyai anak satu, rata-rata mereka masih muda sekitar 30 tahunan. Kami di pengadilan agama sebelum sidang melakukan berbagai upaya mediasi tetapi kebanyakan pasutri itu tetap dengan pendiriannya untuk bercerai,” kata Nia.

Tingginya angka perceraian di Kabupaten Tasikmalaya itu mendapatkan tanggapan dari Pengasuh Pondok Pesantren Abdul Jabar Desa Sukamulya, Kecamatan Singaparna, Ustaz Sihabudin. Ustaz Sihabudin menilai, perceraian tidak harus terjadi jika pasangan suami istri berkomitmen berumah tangga untuk beribadah.

“Saya kira kalah semua didasari niatan ibadah, tidak ada perceraian. Seberat apapun masalah rumah tangga harus dibicarakan, harus saling terbuka dan memberi solusi satu sama lain. Kalaupun soal faktor ekonomi, disini tugas pemerintah mencari solusi,” pungkas Ustaz Sihab.

AYO BACA : Selingkuh Dominasi Penyebab Perceraian PNS

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar