Perajin Tikar Mendong Tasikmalaya Terus Menyusut

  Selasa, 29 Januari 2019   Irpan Wahab Muslim
Seorang perjain sedang membuat Tikar Mendong di salah satu rumah produksi, di Kampung Condong, Kelurahan Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Selasa (29/1/2019). (Irpan Wahab Muslim/Ayotasik.com)

CIBEUREUM, AYOTASIK.COM--Tikar mendong merupakan salah satu kerajinan khas Tasikmalaya. Namun seiring perkembangan zaman, popularitas tikar mendong terus berkurang. Kerajinan tangan yang berbahan pohon mendong kering ini mulai tersisih dengan tikar plastik dan karpet berbulu.

Kondisi ini diakui Kurniawan (50) salah satu perajin tikar mendong di kampung Condong Kelurahan Setianegara Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Kurniawan mengatakan, dari tahun ke tahun jumlah perajin tikar mendong terus mengalami penurunan.

AYO BACA : Pasang Surut Industri Sepatu Kota Tasik

"Terutama yang mereka kehilangan pasar, terganti karpet karpet berbulu. Penyebab lainnya yakni tidak adanya generasi penerus," kata Kurniawan kepada wartawan, Selasa (29/1/2019).

Penyebab lainnya yakni, mahalnya bahan baku yakni pohon mendong kering dari petani yang mencapai Rp1 juta per kuintal. Terlebih harga bahan baku mahal itu tidak sebanding dengan harga tikar mendong di pasaran.

AYO BACA : Omzet Pengrajin Mendong Tasik Merosot 50%

"Masa kejayaan tikar mendong sekitar tahun 1990 an. Dimana tikar mendong menjadi primadona di kalangan masyarakat. Lima tahun kebelakang juga ada upaya dari pemerintah, tikar mendong jadi alas untuk jemaah haji," kata Kurniawan.

Hal yang sama dikatakan pengrajin tikar mendong lainnya, Abdulrahman (47). Ia menilai, sebagai usaha kerajinan harus mempunyai inovasi yang terus berlanjut. Perajin jangan hanya memproduksi tikar saja, namun dikombinasikan dengan bahan lain sehingga bisa membuat hasil yang berbeda.

"Kalau dilihat, agar tetap bertahan itu harus ada inovasi. Misalkan mendong dipakai tempat atau keranjang baju. Bisa juga dikombinasikan, atau dari corak yang unik. Kalau tidak begitu, kita kesulitan untuk bertahan," pungkas Abdulrahman.

AYO BACA : Pengrajin Bangga Payung Geulis Masuk Nominasi API 2018

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar