Monumen Lam Alif Wakili Tasik Religius Islami dan Simbol Kota Santri

  Jumat, 22 Maret 2019   Irpan Wahab Muslim
Monumen Lam Alif Kabupaten Tasikmalaya. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM—Jika kita mengunjungi komplek Perkantoran Setda Kabupaten Tasikmalaya di jalan Bojongkoneng,Kecamatan Singaparna, kita akan disambut monumen Lam Alif.

Monumen yang berada persis setelah gerbang utama ini dibangun tahun 2016.  Pembuatan monumen Lam Alif ini berawal dari permintaan Uu Ruzhanul Ulum saat menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya.

Rancangan monumen Lam Alif itu dibuat oleh EZ Alfian yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMDPAKB).

"Itu kebijakan dari Pak Uu Ruzhanul Ulum waktu itu minta ke saya dibuatkan monumen, tugu, atau simbol tetapi yang mempunyai khas Kabupaten Tasikmalaya," papar EZ Alfian yang ditemui dikantornya, Jumat (22/3/2019).

EZ Alfian menambahkan, awalnya monumen yang dirancang berbentuk kumpulan buah-buahan. Itu didasarkan pada perekonomian Kabupaten Tasikmalaya yang agrobisnis.

"Waktu saya liat ini tidak begitu khas karena kan buah-buahan ada di setiap daerah. Nah, akhirnya muncul ide membuat Lam Alif yang diambil dari kalimat tauhid Laa ilaaha illallah, karena visi religius Islami," kata Alfian.

EZ Alfian menjelaskan, Lam Alif dalam monumen itu tidak berdiri sendiri. Lam Alif merupakan huruf awal dari kalimat Laa ilaaha illallah. Kalimat tauhid sendiri, lanjut EZ Alfian, merupakan fundamental dalam Islam.

"Diharapkan juga sebagai pengingat setiap orang yang melihatnya bahwa muncul keinginan saat menjelang ajal mengucapkan kalimat tauhid itu," papar Alfian.

Ditambahkan Alfian, dalam monumen Lam Alif itu terdapat beberapa makna,  di antaranya anak tangga yang berjumlah 17 buah. Jumlah itu simbol dari 17 rakaat salat dalam satu hari, 17 Agustus sebagai hari proklamasi, dan 17 Ramadan sebagai hari turunnya Alquran.

Sementara itu, pada bagian selasar, persis di bawah tiang penyangga huruf Lam Alif, terdapat 5 anak tangga lagi. Jumlah 5 itu mengingatkan pada rukun Islam dan Pancasila. Pada bagian dinding tiang juga terdapat beberapa ornamen yang menggambarkan Kabupaten Tasikmalaya, antara lain Prasasti Geger Hanjuang sebagai cikal bakal terbentuknya pemerintahan Tasikmalaya dan Amanat Galunggung.

"Pada tiang sendiri kan dibuat tidak bulat, tapi ada enam lekukan. Itu melambangkan bahwa rukun iman ada enam. Selanjutnya ada dua penopang huruf Lam alif itu dimaksudkan dari sidi agama itu Kitabullah dan Sunnaturrosul, " papar Alfian.

Menghindari kesalahan tafsir, lanjut EZ Alfian, ia menuliskan kalimat Ilaaha illallah persis berada di bawah huruf Lam Alif. Hal itu bermaksud bahwa Lam Alif yang disimpan paling atas tidak berdiri sendiri, tetapi bagian dari rangkaian kalimat tauhid Laa ilaaha illallah.

"Kalau lam Alif berdiri sendiri itu menjadi tidak punya makna. Mangkanya sengaja di bawahnya lanjutan kalimat ilaaha illallah," ungkap Alfian. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar