Tahun 2012, Status Galunggung Pernah Meningkat

  Sabtu, 23 Maret 2019   Irpan Wahab Muslim
Pos Pengamatan Gunungapi Galunggung di Desa Padakembang, Kecamatan Padakembang, Singaparna, Tasikmalaya. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

PADAKEMBANG, AYOTASIK.COM–Tahun 2012, tepatnya 12 Februari pukul 15.00 WIB, masyarakat Tasikmalaya sempat dihebohkan dengan peningkatan status gunung Galunggung dari normal (I) menjadi waspada (II). Perubahan status itu ditandai dengan perubahan warna air kawah yang semula hijau muda menjadi kuning kecokelatan. Selain itu, ada peningkatan suhu air kawah dari semula 24 derajat Celsius menjadi 40 derajat Celsius.

Peningkatan status tersebut menimbulkan ketakutan akan meletusnya Galunggung. Terlebih saat itu, banyak informasi di kalangan masyarakat bahwa Galunggung akan kembali meletus dalam waktu dekat.

“Dilihat dari data, waktu tahun 2012 lalu juga ada meluasnya gelembung-gelembung di air kawah,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Galunggung Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gradita Trihadi, Sabtu (23/3/2019).

Setelah sempat berstatus Waspada (II), Galunggung kembali tenang dengan penurunan suhu pada air kawah dari sebelumnya diangka 40 derajat Celsius menjadi 32 derajat Celsius. Status waspada (II) itu pun dicabut dan berubah kembali pada status normal berselang satu bulan atau 11 Maret 2012.

“Karena waktu itu setelah ditetapkan Waspada, tidak ada peningkatan yang segnifikan. Dari hasil visual juga tidak mengkhawatirkan. Makanya berselang satu bulan statusnya kembali normal,” tambah Gradita.

AYO BACA : Tahun 2012, Status Galunggung Pernah Meningkat

Saat ini, lanjut Gradita, Gunung Galunggung dalam kondisi normal. Galunggung sedang tertidur pulas setelah tahun 2012 mengalami peningkatan status. Suhu air kawah berdasarkan hasil pemeriksaan berada di angka 23 hingga 25 derajat Celsius. Secara visual di lokasi kawah, tumbuhan juga sangat hijau dan tumbuh dengan baik.

“Alhamdulilah sekarang Galunggung sedang tertidur pulas, gempa vulkanik jarang sekali terjadi dan suhu juga normal. Di lokasi juga tanaman tumbuh dengan baik. Intinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” tambah Gradita.

Ditambahkan Gradita, siklus letusan gunung berapi biasanya antara 30 hingga 60 tahun dari letusan terakhir. Pada tahun 2012, umur Galunggung sudah 30 tahun dari terakhir meletus dahsyat pada tahun 1982.

“Kemungkinan waktu tahun 2012 itu Galunggung melewati siklus 30 tahun. Kemungkinan meletus bisa terjadi tetapi tidak tahu pasti waktunya karena Galunggung ini merupakan gunung berapi aktif,” pungkas Gradita.

Sementara itu, salah satu petugas di Objek Wisata Galunggung, Cecep (40), menuturkan, dengan kondisi status normal, banyak pengunjung yang datang ke Galunggung untuk menikmati keindahan alam. Bahkan, saat akhir pekan, jumlah pengunjung mencapai 600 hingga 800 orang. Sedangkan pada hari kerja, pengunjung hanya sekitar 300 orang per hari.

“Kalau waktu status waspada itu, semuanya sepi. Pedagang juga banyak yang tutup karena takut. Alhamdulilah sekarang statusnya normal. Jadi, pengunjung juga tidak merasa khawatir,” papar Cecep.

AYO BACA : Galunggung dalam Bingkai Sejarah

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar