Ramadan Pengaruhi Pesanan Sandal Tasik

  Selasa, 02 April 2019   Irpan Wahab Muslim
Aceng Samsudin (35), perajin sandal Tasik asal Sambong Hilir, Kelurahan Sambong Jaya, Kecamatan Mangkubumi yang mengalami kenaikan omzet setiap menjelang Ramadan. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

MANGKUBUMI, AYOTASIK.COM—Kecamatan Mangkubumi merupakan sentra industri alas kaki atau sandal di Kota Tasikmalaya. Berbagai merek sandal dihasilkan dari wilayah yang berpenduduk 85.193 Jiwa tersebut. Salah satu merek sandal yang terkemuka yakni Cardival yang diproduksi oleh Aceng Samsudin (35) warga Sambong Hilir, Kelurahan Sambong Jaya, Kecamatan Mangkubumi.

Aceng yang ditemui di kediamannya menuturkan, ia mulai terjun sebagai produsen sandal pada 2013. Awalnya, ia hanya sebagai buruh dan pekerja di pabrik sandal milik orang lain. Namun sejak tahun 2013, ia memberanikan diri membuka sendiri pabrik sandal bermodal keterampilan dan kenekatan.

"Keterampilan saya memang sudah ada dari turunan. Karena dulu nenek saya juga membuka pabrik sandal. Diterusin oleh bapak dan akhirnya saya yang nerusin," papar Aceng kepada Ayotasik.com, Selasa (2/4/2019).

Ditambahkan Aceng, sebelumnya, produksi sandal mengeluarkan berbagai macam merek sesuai dengan permintaan dari konsumen. Namun, pada 2016, ia berinisiatif memakai nama merek sendiri yakni Cardival. Berbagai pengalaman manis dan pahit produksi alas kaki sudah dirasakan oleh bapak dua anak tersebut.

"Awalnya hanya mengerjakan pesanan saja. Jadi, tidak pakai merek atau merek sesuai keinginan pemesan. Tapi saya coba menggunakan merek sendiri dan alhamdulilah respons pasar menyambut baik," papar Aceng.

Aceng menambahkan, jumlah produksi dalam satu minggu berkisar antara 250 kodi. Jumlah ini pada bulan-bulan biasa. Sementar itu, pada tiga bulan menjelang Idulfitri, pesanan bisa mencapai 500 hingga 600 kodi per minggu.

Aceng dibantu 30 karyawan yang berasal dari warga Kecamatan Mangkubumi. 

"Alhamdulilah, kalau tiap tiga bulan menjelang hari raya, pesanan itu membeludak. Kadang saya juga tidak bisa memenuhi permintaan. Kalau dilempar ke yang lain, khawatir kualitas berkurang dan pemesan kapok karena buat saya kualitas adalah segalanya," papar Aceng.

Aceng menilai, setiap mendekati Ramadan dan Idulfitri merupakan berkah bagi produsen sandal. Jika pada bulan lain, ia mengantongi omzet sekitar 60 hingga 70 juta per bulan. Namun, saat pesanan membeludak bisa mencapai 250 hingga 300 juta.

"Pesanan saya datangnya dari kota besar, seperti Medan, Yogjakarta, Jakarta, Bogor, dan Solo. Kalau yang rutin tiap bulan pesan itu dari Solo dan Bogor," papar Aceng.

Namun, dalam menjalani bisnisnya tersebut, Aceng mengeluhkan dengan terus naiknya harga bahan baku, mulai dari lem, spon, kalep, atau kain semi kulit dan lainnya. Mahalnya bahan baku ini tidak sedikit membuat produsen sandal gulung tikar.

"Karena bingung mau naikkan harga kita dikomplain sama pelanggan, tidak dinaikkan kita susah karena harga bahan mahal. Jadi, ini harus jadi perhatian pemerintah," pungkas Aceng.

Satu kodi sandal laki-laki merek Cardival ini dibanderol dengan harga Rp320.000. Pemasaran hanya dilakukan dari mulut ke mulut tanpa menggunakan media sosial karena keterbatasan kemampuan.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar