Situ Sanghyang, Objek Wisata Terabaikan

  Selasa, 16 April 2019   Irpan Wahab Muslim
Situ Sanghyang. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

TANJUNGJAYA, AYOTASIK.COM—Situ Sanghyang merupakan salah satu objek wisata di Kabupaten Tasikmalaya. Situ yang mempunyai luas 19 haktere tersebut berada di Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya. Situ Sanghyang yang dikelilingi perkampungan warga itu akan memberikan pengalaman tersendiri bagi para pengunjung.

Untuk mencapai objek Wisata Situ Sanghyang sangat mudah. Pengunjung bisa mengambil jalur selatan yakni jalan raya Mangunreja-Sukaraja. Sesampainya di Terminal Cibalanarik, pengunjung melanjutkan perjalanan ke wilayah Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya. Akses menuju Situ Sanghyang sangat mudah dan bisa dilalui dengan kendaraan roda empat maupun roda dua.

Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disambut kesejukan alam khas objek wisata air. Udara yang segar akan terasa saat berada di Situ Sanghyang. Kesegaran itu karena situ dikelilingi bukit-bukit yang dipenuhi pepohonan hijau.

Meskipun indah dan sejuk, Situ Sanghyang dinilai masih minim fasilitas. Di lokasi hanya terdapat beberapa fasilitas penunjang seperti gazebo, masjid, dan kantor pengelola Situ. Padahal, Situ Sanghuyang menyimpan beberapa potensi wisata yang sangat besar di antaranya wisata outbound, bumi perkemahan, dan potensi wisata lainnya.

Minimnya fasilitas itu diakui pengelola Situ Sanghyang Ase Saepudin. Pengembangan Situ Sanghyang dinilai lambat dibandingkan dengan situ-situ lainnya di Tasikmalaya.

"Meski di sini ada warung yang dibuka warga untuk bakar ikan dan ngaliwet istilahnya, tapi memang kita akui semuanya masih kurang. Fasilitasnya masih belum lengkap," papar Ase kepada Ayotasik.com, Selasa (16/4/2019).

Lambatnya pengembangan Situ Sanghyang, lanjut Asep, di antaranya karena kucuran anggaran dari pemerintah daerah sangat minim. Tidak hanya itu, pengembangan sulit dilakukan karena kurangnya dukungan masyarakat sekitar Situ.

"Pertama mungkin anggaran yang minim dari pemerintah, keduanya masyarakat di sini terkesan acuh dan tidak mendorong kemajuan Situ sebagai objek wisata. Mangkanya, karena kekurangan itu, kami tidak kenakan biaya atau tiket masuk," papar Ase.

Kurangnya perhatian dan pengembangan Situ Sanghyang diakui oleh Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya Asel Zamzam. Ia menilai berbagai upaya sudah dilakukan untuk menarik minat warga berkunjung ke Situ Sanghyang, salah satunya dengan menggelar kegiatan balap rakit.

"Event itu kita gelar satu tahun sekali. Itu swadaya masyarakat dan kita dari Kompepar. Kita sudah beberapa kali minta melengkapi fasilitas juga tidak pernah teralisasi," papar Asep Zamzam melalui sambungan telepon.

Dari segi lokasi, lanjut pria yang akrab disapa Aszam itu, Situ Sanghyang lebih berpotensi dibandingkan dengan Situ Gede. Banyaknya perbukitan bisa dimanfaatkan sebagai wahana wisata alam atau outbond.

"Jalan setapaknya bisa dijadikan joging track atau untuk yang hobi bersepeda. Tapi, ya, mungkin belum ada anggaran jadi terkesan diabaikan. Padahal bisa sebagai objek wisata andalan di Kabupaten Tasikmalaya," pungkas Aszam.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar