Pawai Jampana, Tutup Rangkaian Acara Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya

  Minggu, 28 Juli 2019   Irpan Wahab Muslim
Pawai Jampana. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM—Rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-387 Tasikmalaya ditutup dengan kegiatan pawai jampana. Pawai yang menampilkan berbagai hasil bumi dan dikreasikan dalam berbagai bentuk ini disuguhkan lebih dari 351 Desa yang ada di 39 Kecamatan.

Hasil bumi dan makanan khas tiap Desa dikemas dalam berbagai bentuk, di antaranya bentuk miniatur masjid, miniatur rumah, dan bentuk lainnya.

Iring-iringan hasil bumi dan makanan khas itu diiringi oleh berbagai lantunan musik dog-dog, angklung, dan alat musik Sunda lainnya.

Panitia pawai jampana, Nono Kurniawan, mengatakan, kegiatan pawai jampana merupakan acara panutupan seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-387 Tasikmalaya.  Nantinya, pawai jampa akan mendapatkan penilaian dari Bupati Tasikmalaya.

"Nanti ada penilaian siapa yang paling kreatif, siapa yang paling unik," papar Nono Kurniawan, Minggu (28/7/2019).

Nono menambahkan, pawai jampana ini akan diagendakan menjadi kegiatan tahunan setiap peringatan Hari Jadi Tasikmalaya. Dengan harapan mampu menjadi kegiatan yang menarik minat wisatawan. 

"(Tahun depan) dikonsep lebih rapi, lebih menarik, dan meriah. Baru tahun ini peringatan hari jadi begitu meriah dengan tema pesta rakyat," papar Nono.

Salah satu kreasi unik Pawai Jampana tahun ini yakni replika burung garuda dari Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas. Uniknya, replika burung garuda terbuat dari kulit buah pete cina, jengkol, sawi, wortel dan jagung. 

Perwakilan Desa Pakemitan Anip Priono (37) mengatakan, alasan membuat replika burung garuda yakni melambangkan kesatuan dan persatuan.

"Selain itu juga burung garuda itu indah dan gagah. Kami sengaja membuat dari hasil bumi dari Desa kami, " papar Anip.

Replika garuda ini memiliki panjang 5 meter dan lebar 4,5 meter.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar