Masa Depan Menurut Batu Keramat Situ Sanghiang

  Kamis, 01 Agustus 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Posisi batu keramat yang persis berada di pinggir makam Prabu Linggawastu. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

TANJUNGJAYA, AYOTASIK.COM -- Batu berbentuk pipih berukuran panjang lebih kurang 50 centimeter dan lebar 20 centimeter yang berada di pinggir makam Prabu Linggawastu diyakini warga sekitar Situ Sanghyang, Desa Cilolohan, Kecamatan Cibalanarik, mempunyai keunikan. Batu yang diyakini keramat oleh warga itu sering dikaitkan dengan sebuah kejadian di masa depan.

Juru Kunci Situ Sanghyang Maslika menuturkan, fenomena yang terjadi pada batu diyakini sebagai pertanda sebuah peristiwa di masa depan. Keyakinan ini sudah terjadi turun temurun di tengah masyarakat Situ Sanghyang.

AYO BACA : Batu Mahpar, Wisata Asik Berawal Penuh Mistis

Maslika mencontohkan, pada tahun 1998 batu yang bermula utuh tiba-tiba terbelah menjadi dua bagian. Kondisi itu pun menjadi perbincangan masyarakat sekitar situ. Secara kebetulan pula pada tahun 2000 terjadi pemekaran wilayah Tasikmalaya.

"Benar atau tidaknya itu kembali kepada masing-masing orang, tapi kami Situ Sanghyang meyakini pemakaran Tasikmalaya sudah diprediksi dari belahnya batu, " papar Maslika, tidak lama ini.

AYO BACA : Menelusuri Jejak Kerajaan Galunggung dari Prasasti Geger Hanjuang

Saat ini, kondisi dua pecahan batu sudah bertambah. Satu pecahan batu sudah mengalami pecah sehingga menjadi dua bagian. Jika dilihat, saat ini batu pipih tersebut menjadi tiga bagian. Fenomena pecahnya kembali batu diyakini masyarakat sekitar situ akan terbaginya kembali wilayah Tasikmalaya menjadi tiga bagian.

"Kan saat ini sedang ramai, soal adanya keinginan untuk pembentukan Tasikmalaya selatan, kemungkinan ada kaitanya dengan itu, " papar Maslikan.

Selain batu, air Situ juga dianggap memberikan pertanda akan kejadian kedepan. Hal itu dilihat dari perubahan warna situ. Hal itu terjadi pada tahun 2009 air situ berubah menjadi kemerahan. Beberapa bulan kemudian terjadi Gempa Tasikmalaya yang merenggut beberapa korban Jiwa.

"Pada tahun 1996 air situ menjadi keruh, dan secara kebetulan atau tidak pada tahun yang sama terjadi kerusuhan Tasikmalaya," pungkas Maslikan.

AYO BACA : Prasasti Geger Hanjuang Asli Disambut Antusias Warga Minggu, 21 Juli 2019 Irpan Wahab

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar