Hajat Lembur, Upaya Jaga Kesenian Tradisional

  Sabtu, 21 September 2019   Irpan Wahab Muslim
Angklung Buncis dan terbang Gebes, warisan budaya Cirangkong. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

TANJUNGJAYA, AYOTASIK.COM—Banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk menjaga, melestarikan, serta memperkenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda dan maayarakat luas. Seperti yang dilakukan warga Desa Cikeusal, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, mereka menggelar hajat lembur yang dipusatkan di Kampung Cirangkong, Sabtu (21/9/2019).

Hajat lembur yang digelar tiap tahun ini selalu ditunggu oleh warga Desa Cikeusal. Pasalnya, mereka bisa langsung menyaksikan pagelaran seni tradisional yang dilahirkan oleh kakek buyut dan keturunan mereka yakni Syehk Candra Li.

"Ini merupakan napak tilas peninggalan keruhun atau nenek moyang di sini, yakni Syehk Candra Li," papar sesepuh Desa Cikeusal, Ipin, kepada Ayotasik.com, Sabtu (21/9/2019).

Kesenian buhun yang ditampilkan, kata Ipin, antara lain beluk, terbang gebes, tutunggulan, angklung buncis, lais, syi'iran, terbang sajak, dan pencak silat. Semua kesenian tradisional itu dipakai oleh Syehk Candra Li menyiarkan agama Islam.

"Jadi, sebagai upaya syukur, terus memperkenalkan tradisional kepada masyarakat luas. Ini akan menjadi agenda rutin tahunan warga Desa Cikeusal khususnya Cirangkong," pungkas Ipin.

Hajat lembur yang digelar setiap tahun ini pun disambut hangat masyarakat Desa Cikeusal. Masyarakat menilai sudah seharusnya kesenian tradisional dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.

"Ini bagian dari merawat budaya di lingkungan ini. Alhamdulilah bisa dilaksanakan meskipun sangat sederhana. Tapi kami generasi muda jadi tahu budaya di desa kami," kata Pajar Lesmana (26), warga Cirangkong.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar