Dinkes Tasikmalaya Intensifkan Pengawasan dan Pembinaan Puskesmas

  Kamis, 03 Oktober 2019   Irpan Wahab Muslim
Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya berupaya mengintensifkan pengawasan serta pembinaan seluruh kepala, terutama petugas farmasi di masing-masing puskesmas. Ini untuk menjawab insiden pemberian obat kadaluwarsa kepada pasien beberapa waktu lalu. (Irpan Wahab Muslim/Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya berupaya mengintensifkan pengawasan serta pembinaan seluruh kepala, terutama petugas farmasi di masing-masing puskesmas. Ini untuk menjawab insiden pemberian obat kadaluwarsa kepada pasien beberapa waktu lalu.

"Selama dua hari berturut-turut, kita melakukan rapat koordinasi dengan para kepala puskesmas sekaligus pembinaan kepada seluruh apoteker atau pengelola obat di Kabupaten Tasikmalaya. Penekanannya kepada pengelolaan obat di Puskesmas," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Faisal Soeparyanto kepada watawan, Kamis (3/10/2019).

Pihaknya, kata Faisal, menekankan jika pemberian obat kepada pasien agar sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian merujuk kepada Permenkes RI nomor 74.

Intinya, lanjut Faisal, setiap kegiatan pengelolaan dan ketersediaan farmasi dan bahan medis habis pakai, harus dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). SOP tersebut ditetapkan oleh kepala Puskesmas dan dilaksanakan oleh para petugas di bawahnya.

Disinggung hasil penelusuran terkait penyebab pemberian obat kadaluwarsa di Puskesmas Puspahiang, Faisal menyebutkan, obat yang diberikan merupakan stok dari pengadaan obat tahun 2017 yang memang periode masa habis obat tersebut jatuh pada bulan Agustus 2019.

Pengadaan obat itu sendiri bisa dilakukan oleh puskesmas menggunakan dana JKN dan oleh pihak dinas dari DAK.

"Kita menangkap apa yang terjadi di puskesmas itu adalah kurangnya koordinasi antara penulis resep, apoteker dan peminta obat. Peminta obat yang bertanggung jawab dalam mengecek stok obat. Jangan sampai terjadi stok obat masih banyak kemudian memesan obat baru atau sebaliknya," pungkas Faisal.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar