Dinkes Kabupaten Tasik Tertibkan Obat Ranitidin

  Rabu, 09 Oktober 2019   Irpan Wahab Muslim
Petugas Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya melakukan sidak ke Puskesmas dan apotik di wilayah Kecamatan Singaparna. (Irpan Wahab Muslim/ayotasik)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM - Tidak ingin kecolongan penggunaan obat lambung produk Ranitidin, Petugas Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya melakukan sidak ke Puskesmas dan apotik di wilayah Kecamatan Singaparna.

Penertiban oroduk Ranitidin itu berkaitan dengan edaran BPOM RI.

Hasilnya, petugas menemukan adanya produk Ranitidin namun untuk obat yang ada di Puskesmas Singaparna yakni produk Ranitidin berbentuk teblet, sedangkan berdasarkan edaran BPOM yang dilarang itu produk Ranitidin injeksi.

"Kita temukan di Puskesmas Singaparna itu Ranitidin tablet, sementara sudah dikarantina oleh pihak puskesmas dan tidak diberikan kepada pasien," kata Kasi Farmasi Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk, Agus Ahmad Hamdani, Rabu (9/10/2019).

Sementara saat melakukan sidak di apotik Jalan Raya Barat Singaparna, petugas menemukan produk Ranitidin injeksi. Petugas Dinkes langsung meminta obat tersebut untuk tidak dijual kepada konsumen karena khawatir membahayakan dan ada dalam larangan BPOM.

"Kita sudah imbau untuk disimpan dulu, dengan produk Ranitidin tablet juga. Kita menunggu informasi lanjutan dari BPOM pusat, " kata Agus.

Selain melakukan sidak, kata Agus, pihaknya juga menyebarkan imbauan kepada seluruh Puskesmas dan aporik untuk tidak menjual produk Ranitidin dalam bentuk apapun. Sambil menunggu keterangan lanjutan dari BPOM.

Sementara itu, pemilik apotik Nurjanah mengaku ia baru mendapatkan kiriman produk Ranitidin injeksi pada Senin (7/9/2019) lalu. Ia pun menegaskan akan menyimpan obat tersebut dan tidak akan dijual kepada konsumen.

"Enggak kita ga akan jual, kita baru dapat kemarin hari Senin. Belum ada yang beli kebetulan," ungkap Nurjanah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar