Angka Stunting di Kabupaten Tasik 33,8 Persen

  Rabu, 30 Oktober 2019   Irpan Wahab Muslim
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya Dadan Hamdani. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya mencatat angka stunting masih cukup tinggi di wilayahnya. Hingga September 2019, jumlahnya bahkan mencapai 33,8% atau melebihi target nasional untuk stunting tidak melebihi 20%.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Hamdani mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan bertambahnya angka stunting. Namun jika dibandingkan tahun 2013 lalu, jumlah kekinian jauh menurun dari sebelumnya yang mencapai 41,73%.

"Kita selalu berupaya menekan, misalnya dengan melakukan perbaikan gizi, pemberian tablet tambah darah kepada para remaja juga melakukan pembinaan kepada para calon pengantin dengan bekerja sama bersama Kemenag," papar Dadan, Rabu (30/10/2019).

Materi pembinaan diberikan kepada calon pengantin untuk menekan angka stunting di antaranya 1.000 hari pertama kehidupan, gizi seimbang ini hamil, kesehatan reproduksi, perawatan bayi dan balita, KB dan pendewasaan usia perkawinan, membangun Keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah, pemenuhan rumah layak huni, pendidikan dan pembinaan keluarga, dan pengelolaan sampah rumah tangga.

“Juga pentingnya pemenuhan air minum dan sanitasi, pemanfaatan pekarangan untuk ketersediaan pangan serta pentingnya penyediaan darah bagi bumil dan bahaya narkoba,“ paparnya.

Dadan menyebut, dua kecamatan dari 39 kecamatan yang ada saat ini statusnya masih lokus stunting atau angka stunting masih di atas 30%. Data tersebut diperoleh berdasarkan bulan penimbangan balita pada bulan Februari lalu.

“Dua kecamatan itu di antaranya Kecamatan Salawu dan Kecamatan Sukarame,“ ungkapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar