Nekat Habisi Anak Kandung Demi Tutupi Kelahiran

  Selasa, 12 November 2019   Irpan Wahab Muslim
Pengungkapan kasus pembunuhan anak kandung di Kabupaten Tasikmalaya oleh Polres Tasikmalaya, Selasa (12/11/2019). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

MANGUNREJA, AYOTASIK.COM -- Seorang perempuan asal Desa Cikancra, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, inisial E (40), terpaksa berurusan dengan polisi. Dia diduga menghabisi anak kandungnya sendiri yang baru dilahirkan pada Senin (4/11/2019).

Kelakukan keji janda tiga orang anak ini didorong rasa malu oleh tetangga dan keluarga. Mengingat pelaku sudah berbadan dua hasil hubungan gelapnya dengan seorang pria. Proses persalinan pun dilakukan sendiri oleh pelaku tanpa bantuan petugas medis atau bidan.

"Jadi setelah melahirkan, karena takut si bayi itu menangis, pelaku membekap bayi dengan pakaian kaos hingga meninggal. Motifnya karena malu hamil hasil hubungan gelap," kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Siswo Tarigan, Selasa (12/11/2019).

Setelah dipastikan bayi malang tersebut meninggal, pelaku lantas mengubur bayi di dekat rumahnya yang berjarak 3 meter. Agar tidak menimbulkan kecurigaan, kuburan bayi ditutupi dengan batu.

Namun sepekan kemudian tepatnya hari Minggu (10/11/2019), seorang warga menaruh curiga dengan batu besar di dekat rumah pelaku. Didorong rasa curiga itu, warga bernama Yayu Rohimah (29) mencoba menggali gundukan tanah yang ditutupi batu.

"Kaget karena ada sosok bayi, saksi langsung melaporkan ke RW, Puskesmas dan ke Polres Tasikmalaya. Kini lakukan penggalian dan kita bawa jasad bayi itu ke rumah sakit," ungkap Siswo.

Berdasarkan hasil otopsi, bayi tersebut meninggal karena adanya penyumbatan saluran pernapasan. Dari hasil otopsi dan keterangan warga, akhirnya kurang dari 24 jam, pelaku dapat diamankan di rumahnya tanpa perlawanan.

"Langsung kita amankan setelah adanya petunjuk dan keterangan saksi. Kita lakukan visum juga terhadap pelaku dan ya dinyatakan sehabis melahirkan oleh tim dokter rumah sakit," papar Siswo.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat Pasal 341 KUH Pidana atau Pasal 86 junto 36 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar