90 Kader Pengawasan Partisipatif Pemilu Disekolahkan Bawaslu Tasik

  Selasa, 12 November 2019   Irpan Wahab Muslim
Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya menggelar sekolah kader pengawasan partisipatif pemilu yang diikuti 90 orang peserta dari kalangan pelajar hingga mahasiswa termasuk lulusan sarjana, di Hotel Dewi Asri, Selasa (12/11/2019). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya menggelar sekolah kader pengawasan partisipatif pemilu yang diikuti 90 orang peserta dari kalangan pelajar hingga mahasiswa termasuk lulusan sarjana, di Hotel Dewi Asri, Selasa (12/11/2019).

Peserta kader pengawasan selain diberikan pemahaman soal partisipasi pemilu juga tentang regulasi kepemiluan untuk dipersiapkan jelang Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020 dan pesta demokrasi lainnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda mengatakan tujuan sekolah kader pengawasan ini dalam rangka mengajak partisipasi masyarakat dalam hal mengawasi pemilu.

AYO BACA : Pemkab Tasik Masih Tunggu Hasil Uji Kompetensi Lelang Jabatan

"Ada 90 peserta berbagai kalangan anak muda, pelajar, mahasiswa termasuk sarjana. Usia 19-30 tahun. Para kader pengawasan membantu tugas bawaslu dalam pengawasan," kata Dodi.

Menurut Dodi, pendidikan yang diberikan lebih kepada materi tentang pengawasan pemilu dan regulasi kepemiluan termasuk pelanggaran-pelanggaran pemilu.

"Karena SDM di Bawaslu terbatas, maka keberadaan kader atau sukarelawan pengawasan ini membantu kita. Untuk mengajak peran aktif warga masyarakat untuk melaporkan terjadinya pelanggaran dan pencegahan kepada masyarakat terkait pelanggaran pemilu," terang Dodi.

AYO BACA : Nekat Habisi Anak Kandung Demi Tutupi Kelahiran

Setelah mendapatkan pendidikan dan pemahaman, tambah Dodi, para sukarelawan pengawasan ini tetap di bawah koordinasi Bawaslu, dalam peran aktif di masyarakat dalam pengawasan.

"Kita berharap, kader pengawasan ini merangkul dan mengajak masyarakat untuk ikut partisipatif pengawasan pemilu menghadapi Pilkada," tambah dia.

Di tempat sama, Komisioner Bawaslu Divisi Pencegahan, Humas, dan Hubal sekaligus Kepala Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Ahmad Azis Firdaus menambahkan, pelaksanaan sekolah kader ini sesuai amanat Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 Pasal 94 poin D.

"Yang mengamanatkan peran dan pemberdayaan masyarakat dalam partisipasi pemilu, lebih dipersiapakan pendidikan politik dan pemberdayaan masyarakat," pungkas Aziz.

AYO BACA : PC NU Kabupaten Tasik Dukung Penegakan Supremasi Hukum

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar