Perusakan Massal Makam di Cikatomas Diduga Ulah Hewan

  Kamis, 14 November 2019   Irpan Wahab Muslim
Polsek Cikatomas dan Polres Tasikmalaya saat menyelidi 27 makam di pemakaman Desa Pakemitan Kecamatan Cikatomas, Jumat (8/11/2019). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

MANGUNREJA, AYOTASIK.COM -- Penyelidikan sementara Polsek Cikatomas dan Polres Tasikmalaya terkait kerusakan makam di komplek permakaman Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, diduga dilakukan oleh dua ekor anjing.

Dugaan sementara itu didasarkan pada keterangan delapan warga Pakemitan yang melakukan ronda malam pada Senin (11/11/2019) lalu.

AYO BACA : Perusakan Makam Cikatomas Diduga Demi Pesugihan

“Kita mendapatkan informasi terbaru dari delapan warga, bahwa saat mereka melakukan ronda malam mendengar gonggongan anjing, kemudian ditelusuri dan ternyata ada di area pemakaman,“ kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP. Siswo Tarigan, Kamis (14/11/2019).

Ditambahkan Siswo, warga melihat dua ekor anjing dengan ciri-ciri yang satu berwarna coklat dan satunya lagi berwarna putih sedang berdiri di atas makam atau batu nisan dengan menggonggong ke arah warga.

AYO BACA : Warga Cikatomas Kecolongan, Sejumlah Makam Setempat Kembali Dirusak

“Sewaktu didekati anjing tersebut tidak merasa takut seolah ingin menyerang ke arah para saksi, setelahnya terus didekati akhirnya anjing tersebut pergi. Posisi anjing yang berwarna coklat lari ke arah utara atau perkampungan sedangkan anjing yang berwarna putih lari ke arah selatan atau ke arah perkebunan,” tambahnya.

Saat dilakukan pengecekan, sebanyak dua makam sudah dalam keadaan tergali pada bagian ujung atas kepala makam tepat di bawah tulisan nisan dengan kedalaman galian kurang lebih 30 cm dengan posisi tanah bekas galian berantakan di atas serta di bawah makam tersebut.

Sementara Arifin (55) menuturkan, ia melihat langsung adanya dua jenis anjing tersebut saat melakukan ronda malam. Namun anehnya, di sekitar kampung dan Desa Pakemitan tidak ada yang memiliki anjing sesuai ciri-ciri yang dilihat oleh warga.

“Teu aya didieu mah teu aya nu gaduh anjing model kitu (Tidak ada di sini yang punya anjing seperti itu), waktu didekatan jiga anu bade ngarontok (seperti mau nyerang),“ ucapnya.

AYO BACA : Polisi Dalam Kasus Perusakan 27 Makam di Cikatomas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar