Jelang Pilkada, Bawaslu Kabupaten Tasik Jaring Panwascam

  Senin, 18 November 2019   Irpan Wahab Muslim
Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda (tengah). (Ayotasik.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya mulai melakukan penjaringan Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam).

Jumlahnya sebanyak 117 orang dengan asumsi 3 orang di setiap wilayah kecamatan untuk mengawasi jalanya tahapan Pilkada Bupati-Wakil Bupati Tasikmalaya tahun 2020 nanti.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda mengatakan, proses rekrutmen ini dimulai sejak penerimaan berkas yang dibuka pada 27 November mendatang hingga berakhir 3 Desember nanti.

"Proses itu sudah kami umumkan di website kami, terkait syarat-syarat apa saja untuk menjadi pengawas pemilu di tingkat kecamatan," jelas Dodi kepada wartawan, Senin (18/11/2019).

Dodi berharap, panwascam yang direkrut memiliki sumber daya dan integritas yang tinggi. 

Dikatakan Dodi, tidak ada aturan priodesasi dalam perekrutan panwascam ini. Artinya bagi mereka yang sebelumnya pernah menjadi panwascam bisa kembali mendaftarkan diri. Mereka pun tetap diperlakukan sama, tanpa keistimewaan.

"Semua dari nol, tidak ada keistimewaan. Sebab yang paling utama kemampuan, ketokohan dan integritas," terang Dodi.

Syarat lainnya, kata Dodi, secara usia minimal 25 tahun pada saat mendaftar. Begitu pun dengan pendidikan yakni syarat minimal pendidikan setara SMA. 

Pihaknya akan melakukan verifikasi faktual terhadap pendaftar untuk menghindari anggota panwascam ini memiliki keterlibatan sebagai anggota partai politik.

Sementara itu, Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, R. Setia Surya menuturkan, persyaratan normatif tadi terkait syarat administratif.

Pihaknya berkewajiban melakukan verifikasi pada keabsahan dokumen seperti ijasah dan dokumen lainnya. Begitu pula dengan peserta yang pernah duduk di partai politik, ada ketentuan khusus dimana harus sudah mengundurkan diri sejak 5 tahun sebelum pendaftaran.

"Jadi kita akan verifikasi seketat mungkin. Sebab proses pembentukan panwaslu kecamatan ini ada beberapa regulasi yang mengatur," jelas Deden.

Nantinya setelah daftar lulus seleksi administratif, maka pelamar akan menghadapi tes tulis yang dilakukan secara online, berupa tes socrative yang sangat mirip dengan CAT (Computer Assisted Test).

Selanjutnya pendaftar yang lolos bakal menjalani tes akhir berupa wawancara.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar