Petani Keluhkan Proyek Perbaikan Irigasi Cikunten

  Senin, 13 Januari 2020   Irpan Wahab Muslim
Jalan di Kampung Cijeruk, Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, rusak diduga karena pengerjaan normalisasi Sungai Cikunten. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Pengerjaan normalisasi Sungai Cikunten yang dilaksanakan sejak beberapa pekan lalu menyisakan persoalan bagi masyarakat di Kampung Cijeruk, Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Selain persoalan jalan rusak parah, saluran air jebol akibat sering dilalui alat berat, serta kendaraan pengangkut material hasil kerukan, sejumlah sawah milik petani pun disinyalir mengalami kerusakan.

Beberapa petani mengaku mengalami kerugian tidak sedikit seperti yang terjadi di blok 6 Cikunten. Sekitar 270 bata sawah milik warga Kampung Cijeruk RT 19 RW 04 B, mengalami gagal panen akibat terendam air saat padi sedang berbuah. Itu terjadi sejak bulan Desember 2019 hingga saat ini.

"Aliran air di selokan tumplek masuk sawah tersebut, karena jalur selokan terbendung oleh material tanah dan batu dari Sungai Cikunten yang dikeruk dan dibuang sembarangan oleh para petugas proyek," kata Ketua RW 04B Cijeruk Cintaraja Mahmud Diana, Senin (13/1/2020).

Ditambahkan Mahmud, beberapa kali ia menemui petugas pelaksana pekerjaan proyek Cikunten dan melaporkan kerusakan jalan dan got serta genangan air di sawah yang sudah mendekati waktu panen. Bahkan laporan tersebut dibuktikan dengan foto-foto fakta di lapangan.

Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak penanggung jawab proyek Cikunten. Jalan dan got rusak tetap dibiarkan termasuk aliran selokan yang tertutup material tanah dan batu.

"Kami terpaksa secara swadaya memperbaiki jalan yang rusak serta aliran selokan yang tersendat dengan cara mengevakuasi material tanah dan brangkal ke tempat lain." ucapnya.

Dia berharap, pengelola Cikunten segera memperbaiki kerusakan jalan yang notabene dibutuhkan untuk akses utama warga bekerja, maupun menuju sekolah, pasar, dan instansi kesehatan.

"Di samping perbaikan jalan, kami juga meminta perbaikan selokan dan ganti rugi bagi warga yang sawahnya terendam air," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar