Misteri Pendopo Kabupaten Tasik: Dengung Gamelan, Bau Bangkai, Hingga Suara Aneh

  Senin, 13 Januari 2020   Irpan Wahab Muslim
Komplek Pendopo Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Pendopo Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Bojongkoneng, Kecamatan Singaparna, tampak begitu megah dan indah. Bangunan pendodo dikelilingi pagar besi setinggi 3 meter. Di komplek pendopo, terdapat juga rumah dinas Bupati Tasikmalaya.

Namun dibalik kemegahan itu, konon terdapat banyak peristiwa yang tak bisa dicerna nalar. Hal berbau mistis seperti bunyi musik gamelan dan suara yang diduga mahluk astral kerap terdengar. Ada juga kesaksian, mereka yang bersuara menampakan wujudnya.

Asep Kumar (35), petugas Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya, mengaku pernah mendapatkan pengalaman spiritual itu. Malah Asep mengalaminya saat pertama kali komplek pendopo resmi beroperasi pada tahun 2010 atau sekitar 9 tahun silam.

Saat itu, kata Asep, berbagai kejadian aneh terjadi dan terus berulang. Dirinya mengingat, saat berjaga,  terdengar alunan musik gamelan yang asal suaranya dari belakang pendopo. Peristiwa itu ia alami sekitar pukul 00.30 WIB.

Menggenapi keresahannya, peristiwa janggal lagi menyeramkan saat dua remaja terlihat masuk ke komplek pendopo. Sebagai penjaga, dirinya ingin memastikan, kedua remaja tersebut mempunyai niat apa sehingga berani masuk ke area penting pemerintahan. Tak dinyana, masuknya sepasang remaja itu ke komplek pendopo seolah seperti ilusi.

"Saya melihat ada dua pasang remaja masuk ke komplek pendopo, tapi pas dicari tidak ada," tutur Asep tanpa tergesa menceritakan pengalamannya itu, Senin (13/1/2020).

Lantaran rentetan peristiwa itu, untuk sekedar menggenapi tugas berpatroli malam pun kerap diselimuti rasa cemas dan takut. Namun Asep sadar, tuntutan dan tugasnya menjaga pendopo lebih penting ketimbang rasa khawatirnya terhadap yang janggal.

"Kalau dulu piket, untuk berpatroli saja takutnya minta ampun. Dipaksain aja jalannya dicepet-cepetin," kata Asep.

Senada dengannya, Aep Suhendra (40), petugas Satpol PP lainnya menuturkan, sejak pertama kali dipergunakan, kondisi pendopo memang cukup mengerikan.

Megah dan indahnya pendopo tak bisa membohongi kesaksian demi kesaksian dari para petugas jaga, bahwa hal mistis pasti ada. Minimal suara aneh, atau aroma tak enak seperti bau bangkai merasuk ke hidung.

Untungnya, sebagai umat beragama, peristiwa itu disikapi dengan bijak. Para anggota, berikut penghuni pendopo rutin menggelar pengajian setiap Kamis malam.

Memang tak secepat kilat, tapi perlahan suara atau wujud si pengganggu mulai berkurang.

"Alhamdulilah kalau sekarang sudah berkurang, karena sudah mulai ramai dengan aktivitas. Piket juga semakin bertambah sekitar delapan orang, kalau dulu hanya tiga orang," kata Aep.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar