Pedagang Pasar Cikalong Minta Izin Pendirian Super Market Dicabut

  Selasa, 14 Januari 2020   Irpan Wahab Muslim
Pedagang Pasar Cikalong (PPC) yang diwakili tim advokasi hukum melayangkan surat keberatan dan meminta pencabutan izin pendirian Super Market Cahaya kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (14/1/2020). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Pedagang Pasar Cikalong (PPC) yang diwakili tim advokasi hukum melayangkan surat keberatan dan meminta pencabutan izin pendirian Super Market Cahaya kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (14/1/2020).

Ketua Tim Advokasi PPC Eki Sirojul Bahaqi menjelaskan, pihaknya melayangkan surat keberatan kepada DPMPTSP terkait diterbitkannya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Usaha Toko Modern (IUTM) pendirian super market tersebut di Kecamatan Cikalong yang saat ini sedang dipermasalahkan para pedagang pasar.

"Ternyata sudah terbit izin. Namun semakin meyakinkan terbitnya izin melanggar peraturan karena izin ini tidak dilengkapi dengan dokumen hasil analisa sosial ekonomi dari lembaga independen. Padahal dalam perda (peraturan daerah) mengatakan harus oleh lembaga independen, bukan oleh dinas," jelas Eki kepada wartawan.

Pihaknya, kata Eki, menemukan pelanggaran ketentuan jarak atau zonasi antara pasar tradisional dengan pasar modern yang dalam aturan minimalnya berjarak 2,5 kilometer. Akan tetapi pendirian super market di Cikalong jaraknya hanya berkisar 300 meter saja dari pasar tradisional. Namun, Pemkab Tasikmalaya berargumen izin zonasi mengacu pada Peratuiran Bupati Nomor 40 tahun 2014.

Setelah dilakukan analisa, lanjut Eki, peraturan tersebut merupakan akar masalahnya. Peraturan itu memang wewenang bupati, namun bupati dinilai sudah melampaui kewenangannya.

"Sekalian kita akan audensi, memberikan saran kepada bupati dan DPRD agar perbup itu dicabut. Sebab perbup itu dinilai bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi baik itu perda ataupun undang-undang. Ini akar masalahnya sering terjadi konflik mengenai toko modern," jelas Eki.

Sementara itu, Sekretaris Pedagang Pasar Cikalong Sudirman mengatakan, pihaknya sangat resah dengan berdirinya super market yang begitu dekat dengan Pasar Cikalong, sebab banyak kasus pasar tradisional tersisihkan dan mati karena keberadaaan pasar modern di dekatnya.

"Jadi kalau melihat contoh kasus, banyak pasar tradisional sepi dan mati secara perlahan. Sudah banyak pak, sebab super market cahaya itu berjaring, di Cikatomas dan Karangnunggal juga ada," ucap Sudirman.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar