Badan POM Dorong Obat Herbal dan Jamu Bantu Tangani Covid-19

  Rabu, 10 Juni 2020   Suara.com
ilustrasi herbal. (Pixabay)

JAKARTA, AYOTASIK.COM -- Para ilmuwan masih berjuang mencari obat untuk menangani virus corona jenis baru (Covid-19). Obat herbal pun dipercaya bisa menjadi alternatif untuk menangkal penularan virus itu.

Dilansir Suara.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah mendorong pengembangan obat herbal termasuk jamu sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan Covid-19.

"Beberapa contoh herbal yang bisa dimanfaatkan antara lain kunyit, jahe merah, temulawak, meniran, jambu biji, daun sembung dan sambiloto, yang dapat dimanfaatkan sebagai imunomodulator," kata Kepala BPOM Penny K Lukito kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Indonesia sendiri, lanjut Penny, memang memiliki kekayaan dan keanekaragaman hayati yang menjadi peluang besar untuk dikembangkan, dijadikan produk inovasi dan diteliti dalam memberi kontribusi untuk menangani Covid-19.

Menurut dia, mengonsumsi mengonsumsi suplemen kesehatan dan obat herbal, bisa menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh setiap orang agar terhindar dari Covid-19.

"Karena virus ini dapat dicegah apabila tubuh memiliki daya imun yang kuat, gaya hidup sehat dan mental yang baik," kata dia.

Penny mengatakan BPOM siap memfasilitasi dan mendampingi para peneliti dan pelaku usaha yang ingin berkontribusi dalam pengujian klinik obat herbal dan suplemen kesehatan untuk menangkal COVID-19.

"Mari bersama kita lawan COVID-19 sehingga bangsa Indonesia bisa segera pulih kembali," kata dia.

Kepala BPOM mengatakan sejauh ini produk herbal cenderung sebagai produk untuk pengobatan. Maka dari itu, BPOM terus menggandeng unsur terkait melalui diskusi dan berbagi informasi tentang mekanisme peningkatan daya tahan tubuh dalam menangkal virus COVID-19.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar