Survei Covid-19: Kesadaran terhadap Kesehatan Masyarakat Meningkat

  Senin, 21 September 2020   Nur Khansa Ranawati
ilustrasi pengguna APD. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOTASIK.COM -- Dalam meghadapi pandemi Covid-19, mayoritas masyarakat Indonesia lebih memprioritaskan penyelesaian masalah dari sisi kesehatan dibanding ekonomi. Hal ini terungkap melalui "Survei Covid-19 Nasional" yang diselenggarakan Lembaga Survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia).

Survei tersebut dilaksanakan secara tatap muka dengan mekanisme home visit pada periode 18 Agustus-6 September 2020. KedaiKOPI mewawancarai responden sebanyak 1.200 orang yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

Setiap wawancara tatap muka yang dilakukan disebut selalu mendahulukan protokol kesehatan. Yakni menggunakan masker, menjaga jarak 1,5 meter, menggunakan sanitizer, dan tanpa kontak fisik.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo mengatakan bahwa hasil survei kali ini mempertegas hasil survei sebelumnya yang sudah dilakukan pada Juni 2020. Hasil survei tersebut menyatakan sebanyak 63,4% responden juga memilih kesehatan daripada ekonomi.

"Ada peningkatan persepsi terhadap pentingnya kesehatan sebanyak 11% dalam rentang waktu Juni hingga September ini," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com belum lama ini.

Kunto menyatakan, terkait dampak Covid-19 terhadap perekonomian masyarakat, hanya 27,2% responden yang menyatakan bahwa penghasilan mereka lebih buruk dibandingkan sebelum pemberlakuan kebiasaan baru. Sebanyak 47,1% responden menyatakan penghasilan mereka tidak berubah.

"Sementara 25,2% menyatakan bahwa penghasilan mereka justru lebih baik setelah pemberlakuan kebiasaan baru," ungkapnya.

Hasil survei tersebut juga menyatakan bahwa kesadaran akan pentingnya kesehatan berbanding lurus dengan persepsi kepercayaan yang rendah bahwa masyarakat Indonesia kebal terhadap Covid-19. Hanya 31,8% responden yang menjawab percaya bahwa masyarakat Indonesia kebal terhadap Covid-19.

"Jumlah tersebut memang naik dari angka sebelumnya yaitu 31,3% pada Juni lalu. Namun kenaikan tersebut tidak signifikan jika dibandingkan dengan hasil Survei Persepsi Publik Indonesia tentang Virus Corona yang juga diselenggarakan oleh KedaiKOPI pada 3-4 Maret 2020," ungkap Kunto.

"Jumlah responden yang percaya masyarakat Indonesia kebal terhadap COVID-19 pada bulan Maret lalu sebesar 42,1%," tambahnya.

Selain itu, survei juga menunjukan bahwa responden memiliki tanggapan yang positif terkait upaya pemerintah menggalakan pembuatan vaksin Covid-19. Sebanyak 65,2% responden menyatakan bahwa mereka percaya pemerintah akan menemukan vaksin Covid-19.

"Kepercayaan yang tinggi tersebut juga berimbas kepada optimisme responden terhadap vaksin lokal yang dikembangkan pemerintah yaitu Vaksin Merah Putih. Sebanyak 70,1% merasa optimis terhadap vaksin lokal tersebut," ungkapnya.

Hingga September 2020, vaksin tersebut masih dalam tahap pengembangan. Sebanyak 57,0% responden menyatakan ingin menggunakan vaksin tersebut jika sudah ditemukan.

Terkait temuan tersebut, Kunto menyatakan bahwa kepercayaan, optimisme, dan keinginan dari masyarakat yang tinggi terhadap vaksin merah putih seharusnya menjadi motivasi bagi pemerintah dalam mengembangkan vaksin ini.

"Tidak hanya secara cepat, namun juga tepat dan sesuai dengan kaidah etika yang sudah berlaku," tutupnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar