Pembangunan Puskesmas Cisaruni Mangkrak

  Kamis, 04 Maret 2021   Irpan Wahab Muslim
Lokasi relokasi Puskesmas Cisaruni, Padakembang. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

PADAKEMBANG, AYOTASIK.COM -- Relokasi pembangunan gedung Puskesmas Cisaruni di Kecamatan Padakembang hingga saat ini belum selesai. Padahal, pekerjaan seharusnya selesai pada Februari 2021 kemarin.

Kondisi itu membuat Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya menyurati pihak ketiga atau Direktur PT Puncak Timur Parahyangan perihal pemberian kesempatan penyelesaian pekerjaan.

Dalam surat tersebut, ada lima poin balasan DKPP kepada pihak ketiga tersebut. Dua di antaranya menyinggung perihal penyelesaian pekerjaan yang harusnya sesuai kontrak pada 26 Desember 2020, namun diberi waktu hingga 14 Februari 2021. 

DKPP juga menyebut bahwa yang bersangkutan wanprestasi. Denda keterlambatan seusai kontrak pun mengancam mereka. Lalu DKPP juga mengatakan bahwa penyedia barang dan jasa mesti memperpanjang jaminan pelaksanaan. Terakhir terkait pemutusan kontrak.

Camat Padakembang Dadang Tabroni  mengatakan, secara kasat mata pantauan dirinya memang belum 100 persen relokasi pembangunan gedung Puskesmas Cisaruni ini selesai.

"Ya harapannya sesuai ketentuan cepat selesai relokasi dan pembangunan Puskesmas Cisaruni yang baru ini. Karena sampai saat ini gedung Puskesmas Cisaruni masih ada walaupun tidak besar," kata Dadang, Kamis (4/3/2021).

Pemerintah Kecamatan Padakembang, ungkap Dadang, mendorong agar relokasi pembangunan gedung Puskesmas Cisaruni ini bisa cepat selesai sesuai ketentuan.

"Saya lihat secara kasat mata, memang belum selesai. Mudah-mudahan bisa segera dilaksanakan. Kita ikuti ketentuan dan proses yang ada di pemerintah daerah," tambah Dadang.

Sementara iti, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya Subagia mengungkapkan, yang mendasari dilakukannya pemberian kesempatan penyelesaian pekerjaan pada pekerjaan relokasi adalah pertama dengan kondisi tanah yang ada di lapangan atau lahan bekas kolam ikan, lahan masih tergenang air, sehingga menunggu air dikeringkan terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan proses pembuangan lumpur tanah sehingga membutuhkan waktu untuk memulai pekerjaan galian pondasi.

Kedua, terjadi kendala di lapangan dikarenakan pada saat pekerjaan galian pondasi, air keluar terus menerus dari dalam tanah, sehingga membuat kesulitan untuk melakukan pekerjaan pondasi.

Ketiga, adanya keterlambatan pasokan material dan bahan ke lapangan mulai Minggu ke-7 sampai dengan Minggu ke-10. Keempat schedule readymix yang padat dan kelima adanya perubahan pekerjaan tambang kurang.

Dia mengklaim, DKPP sudah maksimal dalam proses relokasi pembangunan gedung Puskesmas Cisaruni, namun kondisi di lapangan, penyedia tidak mampu menyelesaikan pekerjaan.

"Nanti akan dilelang ulang lagi, sekitar 30 persen lagi pekerjaan belum diselesaikan. Kita sudah usulkan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Tentunya ada sanks ketika pihak ketiga tidak bisa menyelesaikan pekerjaan," ungkap Subagia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar