Pedagang di Kawasan Objek Wisata di Tasikmalaya Keluhkan Penutupan Sementara Sektor Pariwisata

  Minggu, 23 Mei 2021   Heru Rukanda
Para pedagang di Kawasan Objek Wisata Curug Badak Batu Hanoman, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, keluhkan penutupan tempat wisata, Minggu, 23 Mei 2021. (Ayotasik.com /Heru Rukanda)

CISAYONG, AYOTASIK.COM -- Para pedagang di kawasan objek wisata di Tasikmalaya mengeluhkan adanya penutupan sementara objek wisata selama 2 hari yang diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya. Para pedagang mengaku penutupan objek wisata di akhir pekan ini dinilai sangat merugikan mereka.

Salah seorang pedagang di kawasan Curug Badak Batu Hanoman yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pandemi Covid-19 begitu berdampak terhadap usaha yang ditekuninya puluhan tahun. "Saya mah bingung, kemarin mudik dilarang tempat wisata boleh buka. Sekarang tempat wisata malah ditutup," ujarnya, Minggu, 22 Mei 2021.

Menurutnya, selama pandemi tak begitu banyak keuntungan yang diperoleh dari berjualan makanan di objek wisata dan hanya sekadar untuk menyambung hidup dan memutarkan modal. "Hari-hari biasa pengunjung sepi. Momen libur lebaran itu yang diharapkan pengunjung ramai, tapi kini ditutup," ucapnya.

Kendati demikian, ia mengaku hanya bisa pasrah dengan semua ini karena tak bisa berbuat banyak. Ia hanya berharap objek wisata segera kembali dibuka. "Tutup 2 hari katanya. Tapi saya tetap berjualan karena gak ada pekerjaan lagi," ungkapnya.

Pedagang lainnya menyebut, ada sekira 50 pedagang di kawasan objek wsiata Curug Badak Batu Hanoman Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Para pedagang rata-rata menjajakkan makanan dan minuman ringan, mi rebus, dan makanan lainnya. "Kalau warung saya menyediakan nasi liwet, kopi, dan bakso. Namun, untuk bakso gak berani buka karena pengunjung tidak begitu ramai sejak adanya pandemi," kata dia.

Dari pantauan Ayotasik.com, beberapa warung atau kios pedagang nampak tutup dan seolah tidak digunakan lagi untuk tempat berjualan.

Sementara itu, Manajer Bisnis Perhutani Tasikmalaya Yaya Sutia mengatakan, kawasan wisata alam yang dikelolanya ditutup sementara berdasarkan pada surat edaran dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

"Secara operasional kita tutup sementara. Yang dagang di sini warga lokal yang menggantungkan ekonominya dari pariwisata," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 0020 tahun 2021 tentang penutupan sementara sektor pariwisata.

Penutupan dilakukan selama 2 hari mulai Sabtu, 22 Mei 2021 hingga Minggu, 23 Mei 2021. Dalam SE tersebut disebutkan alasan penutupan sementara sektor pariwisata adalah menindak lanjuti arahan Presiden Joko Widodo dan zona penyebaran Covid-19 di masuk zona oranye (risiko sedang).

Di samping itu, penutupan juga dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di tempat-tempat wisata yang berpotensi menyebabkan terjadinya kerumunan.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar