Kasus Pemotongan Bansos: 46 Lembaga Ngaku Disunat, Kerugian Capai 4 Miliar Lebih

  Jumat, 11 Juni 2021   Irpan Wahab Muslim
Kejari Kabupaten Tasik M. Syarif (kanan) saat memberikan keterangan kasus pemotongan bansos. (Irpan Wahab Muslim)
MANGUNREJA, AYOTASIK.COM -- Kasus pemotongan bansos bergulir lagi. Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya M. Syarif mengatakan, sementara ini baru terhitung kerugian negara sebanyak Rp4 miliar lebih dalam dugaan kasus pemotongan bantuan sosial (bansos) tahun anggaran 2020 dari pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar).
 
Angka kerugian negara itu, kata Syarif, terhitung dari pengakuan 46 lembaga yang mengakui adanya pemotongan bantuan. Sementara 15 lembaga lainnya hingga saat ini belum mengakui adanya pemotongan. "Sudah 71 saksi kita periksa, 46 lembaga mengakui ada pemotongan. Sementara 15 lembaga mengaku tidak ada pemotongan bansos," ucap Syarif, Jumat, 11 Juni 2021.
 
Angka itu, lanjut Syarif, baru perhitungan sementara yang dilakukan penyidik kejaksaan. Angka pastinya sedang diaudit oleh tim dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. "Pemotongannya rata-rata 50 persen dari total bantuan yang diterima oleh lembaga keagamaan. Kita terus berproses melakukan penyidikan," ujar Syarif.
 
Syarif menambahkan, pihaknya menemui kesulitan dalam membongkar kasus dugaan pemotongan bansos hibah ini. Lantaran seringkali didapatkan pengakuan yang berbeda-beda dari para penerima. "Siangnya mengaku tidak ada pemotongan, tapi penyidik kita terus lakukan pendalaman. Baru pada sore hari ngaku ada pemotongan bansos. Itu kendala kecil yang kami hadapi," ujar Syarif. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar