Bakar Sate alias Nyate Saat Iduladha Pererat Tali Silaturahmi

  Rabu, 21 Juli 2021   Heru Rukanda
Anggota PWI Tasikmalaya bakar sate alias nyate di sekretariatnya di Jalan Tarumanagara, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, 20 Juli 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TAWANG, AYOTASIK.COM -- Momen Iduladha identik dengan aktivitas pemotongan hewan kurban. Selain itu, menyantap sate daging hewan juga menjadi salah satu kebiasaan atau tradisi masyarakat. Sate sendiri merupakan salah satu masakan favorit masyarakat di Indonesia. Sate terbuat dari daging yang dipotong kecil-kecil kemudian ditusuk dengan bambu yang seukuran lidi dan dibakar di atas bara api dari arang kayu ataupun batok kelapa.

Di Hari Raya Iduladha masyarakat kerap mengolah sebagian daging kurbannya untuk dijadikan sate dan aktivitasnya dinamakan nyate. Aktivitas nyate merupakan proses mulai dari memotong daging, menyiapakn tusuk sate, arang, serta bumbunya yang kemudian dibakar. Untuk bumbunya, ada beberapa pilihan, ada yang hanya menggunakan kecap manis dan bumbu saus kacang.

Nyate pun menjadi salah satu ajang silaturahmi antara anggota keluarga, teman, dan sahabat karena di momen Lebaran orang-orang terdekat kerap berkumpul dan bersama. Seperti halnya yang dilakukan oleh para awak media di Kota Tasikmalaya yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di sela-sela peliputan Hari Raya Iduladha, mereka pun tak mau ketinggalan untuk makan sate bersama. “Alhamdulillah dapat bagian daging kurban dan kami nyate di sekretariat,” ujar Ketua PWI Tasikmalaya, Firman Suryaman, Rabu, 21 Juli 2021.

Menurutnya, setiap Iduladha teman-teman wartawan di PWI suka menyempatkan nyate dan sudah menjadi tradisi. Kegiatan nyate juga sebagai ajang memperkuat tali silaturahmi antar anggota PWI dengan makan sate bersama. “Mudah-mudahan ini dapat mempererat silaturahmi kami sesama wartawan di lapangan,” ucapnya.

Firman menuturkan, nyate di sekretariat PWI memang sudah direncanakan sebelumnya. Sehingga anggota yang datang ke sekretariat ada yang membawa berbagai perlengkapan, seperti membawa daging kurban, baik sapi ataupun kambing. Di samping itu, ada yang membawa arang dan tusuk sate serta bumbunya. “Intinya momen di Iduladha ini bukan sekadar nyate dan makan, tapi ada yang lebih penting, yakni makna pengorbanan dan kebersamaan,” pungkasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar